Showing posts with label Rahasia Sukses - Success Secrets. Show all posts
Showing posts with label Rahasia Sukses - Success Secrets. Show all posts
Thursday, 6 December 2012
Rahasia Sukses Agnes Monica
Siapa tak kenal Agnes Monica, dara cantik asal Indonesia. Karirnya terus menanjak sejak ia masih menjadi penyanyi cilik. Kini ia sudah dewasa, beberapa penghargaan bergengsi Tanah Air, Asia sampai internasional pun sudah pernah disabetnya.
Tawaran tidak pernah sepi, wajahnya selalu menghiasi layar kaca, baik untuk iklan maupun tampil menyanyi beberapa televisi swasta. Kini ia merambah panggung internasional, dan itulah salah satu pencapaian mimpinya.
Bagi Agnes mimpi adalah satu kunci untuk meraih kesuksesan, dan dari mimpi itulah wanita multitalenta ini bisa seperti sekarang, sukses dan dikenal banyak orang. Dalam acara pembukaan ICPD Global Youth Forum di Nusa Dua, Bali, yang diselenggarakan Dana Kependudukan PBB (UNFPA) (4/12) Agnes berbagi �resep� suksesnya.
Karir Agnes dimulai sejak usianya 6 tahun. Menurut pengakuan Agnes tanpa mimpi baginya mustahil ia bisa seperti sekarang ini. Dara kelahiran Jakarta 1 Juli 1986 ini mengungkapkan, dirinya bermimpi ingin mengembangkan karir sampai ke internasional saat banyak media mulai bertanya apa pencapaian dalam karirnya.
�Saya mau go internasonal� jawab Agnes.
Meskipun dalam benaknya ia sadar akan banyak orang menggunjingkannya, tapi inilah pilihan Agnes dan ia pun berhasil membuktikan. �Banyak yang bilang saya arogan karena saya menyatakan apa yang saya inginkan� paparnya di hadapan 600 wakil kaum muda dari sejumlah negara.
Tak sekedar bermimpi, Agnes pun menyusun strategi untuk menggapai mimpinya. Saat itu ia melirik seseorang yang bisa membantunya meraih mimpi. Timbaland, salah satu pencipta lagu asal Amerika Serikat, yang juga menjadi produser para penyanyi dunia. Beyonce, Jay-Z dan Justin Timberlake merupakan beberapa penyanyi terkenal dunia asuhan Timbaland.
Agnes mengaku fokus dalam pencapaiannya pada tahun 2010, dan bertapa ia bahagia, pasalnya pada tahun 2012 ia berhasil bekerjasama dengan Timbaland.
Agnes berhasil mewujudkan mimpi, karena menurutnya tanpa mimpi, keyakinan dan kerja keras semua akan sia-sia. Mengutip dari beberapa orang terkenal dunia saat meraih mimpi, Agnes siap untuk pencapaian karirnya. � Pada 1983, Martin Luther King mengatakan, �I have a dream�, dan pada tahun 2007 Barack Obama mengatakan, �Yes, I can!�. Jadi bermimpilah dan yakinlah,� tegas Agnes.
Sumber: http://kabarinews.com/resep-sukses-agnes-monica/50722
Source : Hadi Kristadi-blog pentas-kesaksian
Thursday, 4 October 2012
The Fastest Way to Happiness and Joy
By
JMG
22:00
Arti Hidup - Meaningful Life, Kebahagiaan - Happiness, Rahasia Sukses - Success Secrets
Cara Paling Cepat untuk Berbahagia dan Bersuka Cita: Menemukan Cara untuk Melayani
Pada tahun 2004 yang lalu saya mendapat penghargaan dari Academy of Achievement karena saya memberikan sumbangsih penting bagi dunia. Salah satu penerima penghargaan lain pada acara itu adalah Ken Behring, penulis buku "Road to Purpose: One Man's Journey Bringing Hope to Millions and Finding Purpose Along the Way." Ia mempunyai kekayaan sekitar USD 500 juta. Selama pidatonya, ia menceritakan kepada kami bahwa hidupnya melewati empat tahap.
Tahap pertama adalah berkaitan dengan "Benda-benda yang Dimiliki". Ia pikir jika ia telah memiliki benda-benda yang dimiliki, ia akan berbahagia. Maka ia membeli banyak rumah, banyak mobil, kapal pesiar dan pesawat pribadi - benda-benda semacam itu yang sering diimpikan orang dan ternyata ia tidak bahagia.
Ia menerangkan tahap kedua dalam kehidupannya sebagai tahap membeli �Benda-Benda Lebih Berharga�. Ia pikir ia akan lebih berbahagia jika ia memiliki rumah lebih indah, mobil lebih mewah, pesawat terbang lebih besar, dan seterusnya. Maka ia membeli barang-barang itu. Namun ia masih tidak berbahagia. Kemudian ia mengira bahwa mungkin ia telah berfokus pada benda-benda yang salah, sehingga ia memasuki tahap ketiga, yang disebut sebagai �Benda-benda Berbeda yang Harus Dimiliki�. Pada tahap ini ia bergabung dengan seorang mitra dan membeli team football �Seattle Seahawks�. Ia pikir dengan yakin bahwa jika ia menjadi salah satu pemilik team football professional, ia akan berbahagia. Tetapi tidak. Apa yang harus dilakukan?
Pada saat itu seorang sahabat mengundangnya untuk bergabung bersamanya naik pesawat jet pribadi sahabatnya dan terbang ke Eropa untuk membagikan kursi-kursi roda kepada anak-anak cacat yang sejak lahir tidak punya kaki atau lengan atau yang pernah kehilangan kaki karena menginjak ranjau darat. Ken menerima undangan itu. Ia mengaku bahwa membawa harapan dan kebebasan kepada anak-anak itu membuatnya sungguh-sungguh bahagia untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ketika ia kembali ke rumah, ia mulai mendirikan Yayasan Kursi Roda, yang sampai sekarang telah membagikan lebih dari 750.000 kursi roda kepada anak-anak dan orang-orang dewasa di seluruh dunia.�
Ken menceritakan kepada kami tentang salah satu perjalanan awalnya untuk membagikan kursi-kursi roda, ketika ia mengangkat seorang anak lelaki berusia 11 tahun di Mexico dan dengan hati-hati menaruh anak itu duduk di kursi roda barunya. Ketika ia hendak meninggalkan anak itu dan akan mengambil kursi roda lain bagi anak lain, anak lelaki tadi tidak mau melepaskan kakinya dari Ken. Ketika Ken menoleh dan melihat wajahnya, anak itu berkata sambil menangis, �Tolong jangan pergi dulu. Saya ingin mengingat wajah Bapak, sehingga ketika kita bertemu lagi di sorga nanti, saya bisa mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Bapak.� Ken berkata bahwa pada saat itu ia merasakan sukacita yang murni. Kemudian Ken juga mengatakan, �Ketika saya melihat kebahagiaan di mata orang-orang yang mendapatkan kursi roda, saya merasa bahwa inilah hal terbesar yang saya capai dalam hidup saya.� Memberikan sumbangsih kepada orang-orang lain adalah cara paling cepat yang saya tahu untuk memenuhi hidup anda dengan kasih dan sukacita yang sejati.
Ditulis oleh: Jack Canfield. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://kesaksianabadi.blogspot.com
*****
The fastest way to happiness and joy is simple: Find a way to serve.
He described the second stage of his life as the acquisition of �Better Stuff.� He thought he�d be happier if he had a better house, a better car, a bigger airplane, and so on. So he bought them. But he still wasn�t happy. Then he figured that maybe he had focused on the wrong stuff, so he embarked on the third stage of his life, which he called �Different Stuff.� This is when he joined with a partner and bought the Seattle Seahawks. He thought for sure that if he was the co-owner of a professional football team, he would be happy. But he wasn�t. What to do?
It was at this time that a friend invited Ken to join him on his private jet to fly to Europe and hand out wheelchairs to kids who had been born without limbs or who had lost their legs as a result of having stepped on a landmine. Ken accepted the invitation. He said that bringing hope and freedom to these children made him truly happy for the first time in his life. When he returned home, he started the Wheelchair Foundation, which has now given away more than 750,000 wheelchairs to children and adults all over the world.
Ken told us about one of his early trips to give away wheelchairs, when he picked up an eleven-year-old boy in Mexico and gently set him down in a wheelchair. When he went to leave and get another wheelchair for one of the other children, the boy wouldn�t let go of his leg. When Ken turned back around to face him, the boy said through his tears, �Please don�t leave yet. I want to memorize your face, so when we meet again in heaven, I can thank you one more time.� Ken said at that moment he experience pure joy. He later told us, �When I see the happiness in the eyes of the people who get a wheelchair, I feel that this is the greatest thing I have ever achieved in my life.� Contributing to others is the fastest way I know to infuse your life with authentic love and joy. Written by Jack Canfield.
Source : Hadi Kristadi-blog pentas-kesaksian
Friday, 15 July 2011
The Law of Garbage Truck
HUKUM TRUK SAMPAH
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Sopir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Sopir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada orang tersebut.
Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dari sopir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa "sampah", seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan kehidupan.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Source : Hadi Kristadi-blog pentas-kesaksian
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Sopir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan memaki ke arah kami. Sopir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada orang tersebut.
Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dari sopir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa "sampah", seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan kehidupan.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.
Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Source : Hadi Kristadi-blog pentas-kesaksian